by

Twit Fahri Hamzah : …mas menteri …jangan sibuk mikirin pulsa…

Pak @nadiemmakarim yth, Dariada sampeyan sibuk beli gadget dan pulsa mendingan wajibkan semua TV untuk menyiarkan scara pendidikan sampai 50%. Layar tv sdh ada di rumah penduduk tapi siarannya alamakkkk! Ayolah cerdas dikit napa bikin kebijakan. @jokowi

Kan TV lokal juga banyak. Konten ada di youtube dan google. Daring kan juga bisa pakai studio tv lokal. Ada lah caranya. Masak sih kita kehabisan akal. Maksud saya, ini krisis kan krisis tapi TV2 gak kelihatan ada krisis kok. Ajarin rakyat dong ini revolusi mental kan.

Sementara dalam krisis ini banyak hal baru yg harus kita pelajari, yg lama saja masih banyak yg ketinggalan. Ini TV menyiarkan omong kosong, orang2 ketawa gak jelas dan orang2 konyol akting gak kelas. Padahal lagi rugi TV-nya. mendingan bantu rakyat memulai revolusi pendidikan.

Saya tuh nonton TV negara2 maju. Memang isi-nya pendidikan semua. Tapi TV kita isinya kalau gak sadis ya lucu, atau joget, atau sedih. Pagi diajar nangis malam diajar ketawa. Ampun deh pendidikan bangsa ku! Ini kan ada corona! @kemkominfo @jokowi

Mubazir saja medium “public education” kita. Negara adalah penyelenggara pendidikan rakyat. Dan semua ijin frekuensi diberikan “untuk mencerdaskan kehidupan bangsa”. Jadi di negara demokrasi “revolusi mental” tetap bisa dijalankan. Apalagi di masa pandemi dan krisis ekonomi.

Masalahnya adalah pikiran dan ide. Kekuasaan dan uang yang besar di kementrian pendidikan, kominfo, dll tak aka n ada gunanya jika kita tak memahami abjad pemanfaatan fasilitas tersebut untuk membangun kesadaran yang revolusioner. Untuk melawan covid dan masa depannya.

Pastikan idenya dimengerti ya…mas menteri …jangan sibuk mikirin pulsa… 🙏

sumber : twit gelora kata-kata #2020ArahBaru @Fahrihamzah

support : http://bit.ly/fiha_komunika kode referal : FDYBKH

Comment

PERDANANEWS BANDUNG