by

Pembuatan Keranjang TAKAKURA solusi sampah (2)

Pembuatan, kompos takakura ini sangat sederhana dan murah dengan tahap awal adalah pembuatan cairan fermentasi yang nantinya akan dicampur dengan sekam dan tanah sebagai media berkembang biak bakteri, jamur & organisme lainnya sebagai dekomposer. Setelah media tersebut siap maka sampah organik bisa dicampur untuk diproses secara alami menjadi kompos.

Alat/bahan dan Media pengomposan : Sekam secukupnya; Pupuk ampas tebu/ sisa teh manis secukupnya; Mikroorganisme cair secukupnya; Kompos 8 Kg; Sampah organik 2 KK; Keranjang plastik bertutup 2 unit; Jarum jahit 2 Buah; Benang nilon 1 Roll; Jaring 1 Meter; Gunting 1 Buah; Kertas kardus secukupnya; Termometer 2 buah; Kainstocking 0,5 meter; Sprayer 1 unit; Bak plastik 2 buah; Air PDAM sesuai kebutuhan; Sendok semen/Cetok 1 buah.

Persiapan media pengomposan :

1) Siapkan keranjang plastik Untuk membuat kompos ukuran panjang 45 cm, lebar 33 cm dan tinggi 43 cm, kardus bekas untuk melapisi sisi-sisi dalam keranjang, siapkan sekam padi dalam wadah plastik, tebal sekam 10-15 cm dari dasar keranjang, dan masukkan bantalan sekam kemudian kompos jadi (kompos siap pakai) ke dalam keranjang Takakura setebal 15-20 cm dari bantalan sekam. Selanjutnya, komposter Takakura siap dipakai. lalu ambil mikroorganisme cair, tuangkan ke dalam sprayer

2) Semprotkan mikroorganisme cair dengan menggunakan sprayer secara merata dengan sesekali mengaduk sekam dengan tangan

3) Gunting jaring untuk membuat dua kantong sesuai ukuran alas dan bagian atas keranjang dengan cara menjahit bagian tepi jaring Setelah jaring berbentuk kantong, isi masing-masing kantong jaring dengan sekam secukupnya lalu jahit hingga menyerupai bantal

5) Ambil kardus dan potong dengan menggunakan gunting sesuai ukuran sekeliling keranjang lalu tempelkam potongan kardus tadi di sekeliling bagian dalam keranjang

6) Setelah bagian dalam keranjang terlapisi kardus, letakkan bantal sekam pada alas keranjang

7) Semprot Microorganisme cair pada permukaan luar dalam kardus dan bantal sekam dengan menggunakan sprayer hingga basah merata (EM4/ Efektive Mikroorganisme)

8) Siapkan bak lalu isi dengan kompos dan pupuk ampas tebu lalu aduk hingga merata.

9) Masukkan campuran kompos dan pupuk ampas tebu ke dalam keranjang yang sudah terlapisi kardus

10) Sisa-sisa makanan dan sayuran dipotong kecil-kecil semakin kecil materi semakin cepat penguraiannya. Gali starter kompos di dalam keranjang tersebut dengan cetok. Luasan dan kedalaman galian sesuaikan dengan banyaknya sampah yang hendak dimasukkan.

11) Masukkan sampah organik segar yang sebelumnya telah dicacah terlebih dahulu, pada lubang yang digali. Kemudian diaduk dan dicampur dengan kompos yang sudah jadi, tusuk-tusuk sampah tersebut dengan cetok. hingga sampah berada di tengah-tengah campuran pupuk kompos dan pupuk ampas tebu; usahakan semua sampah tertibun media

12) Timbun sampah tadi dengan kompos di tepian lubang. Tutup kompos tersebut dengan bantalan sekam yang sudah disemprot dengan Mikroorganisme cair. Tutup permukaan keranjang dengan kain. Masukkan termometer sebagai alat pengukur suhu pada saat proses pengomposan

13) Tutup bagian mulut keranjang dengan menggunakan kain stocking agar serangga kecil tidak masuk. Tutuplah keranjang dengan rapat.

Untuk mempercepat proses pengomposan, media dalam komposter Takakura tidak boleh terlalu kering, untuk itu apabila dirasa kering ditambahkan air atau larutan EM4 secukupnya, perciki air bersih sambil diaduk rata, namun jangan terlalu basah. Selanjutnya tutup kembali keranjang dengan bantal sekam dan tutup keranjang.

Pembuatan kompos dengan metode takakura ini memakan waktu sekitar 1 bulan, setelah dirasa jadi langsung dipisahkan antara yang sudah mengurai dengan yang masih menggumpal dengan saringan dari kawat strimin.

Letakkan keranjang Takakura di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung. Suhu yang ideal pada proses Pengomposan adalah 60°C.

Cara Pemanenan

Bila Kompos di dalam keranjang takakura telah penuh, ambil 1/3nya dimatangkan selama seminggu di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sisanya yang 2/3 bisa kita gunakan kembali sebagai starter untuk pengolahan berikutnya. Sebaiknya sampah organik segar diisi setiap hari, usahakan sampah ditekan dengan cetok sampai sampah timbunan baru tidak terlihat.

Langkah-langkah perawatan

Dalam penggunaan metode Takakura tidak ada perawatan khusus namun ada beberapa yang perlu diperhatikan :

1. Pilih kain stocking yang berpori dan bahan yang awet sehingga tidak mengganggu respirasi.

2. Ganti kardus yang menjadi lapisan dalam keranjang setelah 3-6 bulan atau ketika hancur.

3. Cuci kain penutup jika kotor.

Bila Keranjang penuh maka 1/3 dari kompos itu dapat kita ambil dan dimatangkan di taman/kebun kita yang terlindungi dari sinar matahari selama kurang lebih 2 minggu untuk kemudian dapat digunakan sebagai pupuk kompos

Untuk keamanan, letakkan keranjang plastik ini pada tempat yang aman dari manusia maupun hewan pengganggu, jangan sampai hilang karena diambil pemulung, atau menjadi tumpah karena diacak-acak kucing.

Jenis-jenis sampah yang diolah:
– Sisa sayuran. Idealnya sisa sayuran tersebut belum basi.
Namun bila telah basi, cuci sayuran tersebut terlebih dahulu, peras, lantas
buang airnya.
– Sisa nasi.
– Sisa ikan, ayam, kulit telur dll.
– Sampah buah yang lunak (anggur, kulit jeruk, apel, dan
lain-lain). Hindari memasukkan kulit buah yang keras seperti kulit salak

sumber : pembuatan kompos metode Takakura

support :

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Update
Harga isi ulang TOKEN PLN by aplikasi FIHA KOMUNIKA : PLN20=20.200; PLN50=50.200; PLN100=100.200; PLN200=200.200; PLN500=500.200; Install aplikasi di sini 👉🏽 http://bit.ly/fiha_komunika kode referal : FDYBKH

Comment

PERDANANEWS BANDUNG